1 Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Problem Solving Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Prestasi Belajar   , Oskah Dakhi
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Problem Solving yang di dukung oleh Hierarki Konsep pada mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah kelas Pendidikan Teknologi Informasi semester I FKIP Universitas Budidarma yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, studi dokumen, kuesioner, dan tes. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative problem solving yang di dukung oleh Hierarki Konsep dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi pada mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Informasi. Pada Siklus I, persentase kreativitas mahasiswa mencapai 60% dan meningkat menjadi 96,67% pada Siklus II. Persentase penyelesaian aspek pembelajaran pengetahuan mahasiswa dalam Siklus I adalah 56,67% dan meningkat menjadi 86,67% pada Siklus II. Persentase penyelesaian aspek pembelajaran sikap mahasiswa pada Siklus I adalah 93,33%, dan pada Siklus II meningkat menjadi 100%, dan penyelesaian aspek pembelajaran keterampilan mahasiswa meningkat dari 93,33% menjadi 100%
2 Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Word Square   , Maria Magdalena Zagoto
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Word Square. Populasi dalam penelitian ini adalah 36 mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian: persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif work square dalam proses belajar mengajar mata Matematika Dasar dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Matematika di Universitas Nias Raya. Hal ini terlihat pada hasil belajar mahasiswa pada siklus I sebesar 58,30% dalam kategori sedang, meningkat pada siklus II mencapai 83,30% dalam kategori sangat baik. Sehingga disimpulkan bahwa model kooperatif Word Square berpengaruh positif terhadap hasil belajar yaitu peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar.
3 Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Di SMA Swasta Katolik Bintang Laut   , Yurniati Wau SMAS Katolik Bintang Laut
Saat ini dalam dunia pendidikan khususnya dalam bidang karakter yang dimiliki oleh siswa, seringkali siswa melalaikan karakter yang harusnya siswa tanamkan dalam dirinya. Dalam menyikapi hal tersebut maka peranan guru sangat penting didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam membentuk karakter siswa di SMAS Katolik Bintang Laut, bagaimana profesionalisme guru dan budaya sekolah dapat berpengaruh dalam membentuk karakter siswa. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru di SMAS Katolik Bintang Laut, sampel 5 orang Guru sebagai responden dan 5 orang siswa sebagai informan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui tahap observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui tiga alur kegiatan (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan kesimpulan. Hasil peneliti menunjukkan bahwa peranan guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa di SMAS Katolik Bintang Laut, hampir semua guru profesional dalam melaksanakan tugasnya, memberikan contoh dan teladan yang baik, seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, bertanggungjawab atas apa yang sudah dipercayakan padanya, serta memberikan teguran dan sanksi bagi siswa yang melalaikan tanggung jawabnya, adapun budaya sekolah di SMAS Katolik Bintang Laut yaitu ada apel setiap pagi dengan bernyanyi dan berdoa bersama serta pembacaan renungan singkat, senam pagi setiap hari Jumat, dan misa awal bulan.
4 Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Persamaan Garis Lurus , Yunia Hatimanis Bohalima
Pemahaman konsep sangat berguna dalam penyelesaian masalah. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Toma pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber informan yaitu: siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Toma dengan jumlah 33 orang. Teknik analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yaitu: tes dan wawancara tidak terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis dengan kategori Sangat Baik (SB) berada pada 12%, kategori Baik (B) berada 21%, kategori Cukup (C) berada pada 27%, kategori Kurang (K) berada pada kategori 33%, kategori Sangat Kurang (SK) berada 6%. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika lebih dominan pada kategori Kurang (K) sebesar 33%. Peneliti menyarankan agar guru dapat membangkitkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam kegiatan pembelajaran.
5 Kontribusi Penggunaan Media Pembelajaran Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi Kayu   , Arisman Telaumbanua
Berdasarkan hasil observasi di mana hasil belajar siswa SMK Negeri 1 Gunungsitoli Barat masih rendah ditentukan banyak faktor, diantaranya adalah penggunaan media pembelajaran masih kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran; (2) mengetahui korelasi secara signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa, (3) besarnya kontribusi penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Gunungsitoli Barat, dengan jumlah sampel 32 orang. Instrumen yang digunakan yaitu: (1) angket model skala Likert yang telah diuji kesahihan dan keandalan. Adapun temuan penelitian ini yaitu: (1) ada korelasi antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa; (2) besarnya kontribusi penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar adalah 79%; (3) berdasarkan pengujian hipotesis dimana thitung > ttabel yaitu 3,815 > 1,697, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar siswa.
6 Penerapan Model Pembelajaran Discovery Inquiry Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa   , Asali Lase, Fasri Inhaler Ndruru
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran discovery inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Botomozoi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII semester genap SMP Negeri 3 Botomozoi dengan jumlah siswa 26 orang. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1). Pada siklus I observasi responden guru mencapai 62,49% dalam kategori sangat baik, sedangkan pada siklus II rata-rata 87,49% dalam kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I rata-rata 60,46% dalam kategori cukup, dan pada siklus II rata-rata 85,04% tergolong baik, (2). Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 68,47 cukup baik, sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa sebesar 83,94, cukup baik, dan (3). Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 61,53%, sedangkan persentase ketuntasan pada siklus II adalah 100%.
7 Kebijakan Pembelajaran Yang Merdeka: Dukungan Dan Kritik   , Erika Sari, Ady Ferdian Noor
Dunia pendidikan Indonesia sedang menjadi perbincangan hangat semua kalangan dengan dikeluarkannya program baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang merdeka belajar. Empat program merdeka belajar meliputi Ujian Nasional, Ujian Sekolah Berbasis Nasional, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Sistem Zonasi. Pada tahun 2020 UN akan dihapuskan dan digantikan dengan menerapkan kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen kompetensi mininum dan surveri karakter terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Penyelenggaraan USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) tahun 2020 akan dilakukan dengan ujian yang diselenggarakan oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa dan dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian komprehensif seperti portofolio dan penugasan. Portofolio ini nantinya dapat dilakukan melalui tugas kelompok, karya tulis. Dalam pembuatan dan perencanaan RPP guru tidak dibebani lagi dengan banyak komponan seperti pada RPP kurikulum 2013 namun lebih disederhanakan meliputi 3 aspek saja yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen. Tunjuannya agar mengurangi beban adminisrasi guru, keempat sistim zonasi perubahaan sistim zonasi yang di canangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Maka komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Dengan demikian dengan diberlakukan sistim zonasi yang baru maka anak anak yang berprestasi bisa memilih sekolah yang mereka inginkan. Dengan digulirkannya kebijakan merdeka belajar maka hal ini juga harus di barengi dengan peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dan peningkatan kesejahteraan Guru dan memperhatikan nasib tenaga guru honorer. Merdeka belajar apakah akan mempu menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia, itu masih membutuhkan pembuktian namun setidaknya dengan merdeka belajar guru maupun peserta didik telah merdeka dalam mengajar dan menerima pembelajaran.
8 Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19   , Ifam Zakiyyatul Awwaliyah, Iin Purnamasari, Qoriati Mushafanah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak pada ranah pendidikan. Untuk memenuhi hak peserta didik dalam mendapatkan layanan pendidikan, SD Negeri Karangasem baru pertama kali menerapkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, perubahan pola pembelajaran secara tiba-tiba ini menimbulkan berbagai kendala yang harus dihadapi sehingga guru harus melakukan berbagai upaya agar pembelajaran dapat tetap berlangsung meskipun di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh serta mengetahui upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 di SD Negeri Karangasem Kabupaten Demak dilaksanakan dengan pola daring, luring dan home visit. Adapun upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 yaitu kembali kepada kebijakan dan kemampuan guru itu sendiri. Hal itu karena sudah menjadi tanggung jawab guru untuk mengelola pembelajaran, termasuk mencari jalan keluar bagi setiap hambatan yang terjadi selama pembelajaran.
9 Gambaran Self-Regulated Learning Pada Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid-19   , Dhea Safira Hendrika
Virus Covid-19 sedang menjadi perhatian dunia termasuk di Indonesia sehingga pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Kebijakan tersebut diantaranya penetapan PSBB (pembatasan sosial skala besar) sehingga semua kegiatan dialihkan ke rumah atau Work From Home (WFH) termasuk kegiatan perkulihan, dialihkan menjadi pembelajan via online. Karena dipindahkannya proses perkuliahan ke rumah menjadikan mahasiswa di tuntut untuk mengelola serta mengatur belajarnya sendiri (self-regulated learning) selama masa Covid-19. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunkan angket dan disebarkan secara online melalui google form. Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian mahasiswa angkatan 2017, 2019, dan 2018, jurusan psikologi Universitas Negeri Padang. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa self-regulated learning pada mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 61,4%, kategori tinggi dengan persentase 38,6%. hel ini menunjukkan bahwa pada umunya mahasiswa sudah memahami dan melaksanakan self-regulated learning pada kegiatan perkulihaan selama masa pandemi covid-19.
10 Studi Penelusuran Lulusan Prodi S1 Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya   , Peppy Mayasari, Inty Nahari, Ma’rifatun Nashikhah
Studi Penelusuran pada Prodi S1 Pendidikan Tata Busana merupakan metode yang digunakan pada perguruan tinggi terutama di Universitas Negeri Surabaya yang digunakan sebagai penghubung antara instansi dan stakeholder untuk mengetahui dan menggali beberapa informasi dalam memperoleh umpan balik (feedback) dari alumninya. Umpan balik (feedback) digunakan sebagai bahan perbaikan sistem dan pengelolaan serta menggali informasi terkait keberadaan alumni. Kegiatan studi penelusuran dilaksanakan dengan memberikan pemetaan antara lulusan yang bekerja di berbagai instansi. Keterserapan alumni merupakan bagian dari persentase keberhasilan alumni untuk masuk di dunia kerja sesuai dengan bidang kompetensi yang diperoleh selama melaksanakan studi di perguruan tinggi. Lulusan/alumni dari Prodi S1 Pendidikan Tata Busana yang memiliki pengetahuan, dan keterampilan yang akan dibutuhkan pada saat memasuki dunia kerja, baik itu bekerja pada instansi pemerintahan, swasta maupun berwirausaha. Hasil Studi Penelusuran Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana telah menunjukkan bahwa karakteristik lulusan bekerja di bidang pendidikan dan berwirausaha. Sebanyak 23,3% bekerja sebagai guru atau tenaga pengajar, 41,7% para alumni bekerja secara mandiri yaitu dengan berwirausaha dan sesuai dengan bidang keahliahnya, selebihnya bekerja pada sektor bidang pekerjaan lain. Waktu tunggu lulusan program Studi S1 Pendidikan Tata Busana menunjukkan bahwa 73% sebelum mereka lulusan kurang dari 3 bulan setelah lulus sudah mendapatkan pekerjaan, artinya tidak perlu menunggu lama bagi lulusan program studi S1 Pendidikan Tata Busana untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya.
11 Efektivitas Pembelajaran Daring Mata Kuliah Fisika Di Perguruan Tinggi   , Envilwan Berkat Harefa
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran daring mata kuliah fisika di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan mengambil referensi dari beberapa jurnal dan sumber pustaka dengan pemaparan secara naratif untuk melihat efektifitas pembelajaran daring di perguruan tinggi. Sebagai pendidik, dosen memanfaatkan berbagai media pembelajaran dan aplikasi digital yang diharapkan dapat terintegrasi pada pengalaman belajar mahasiswa dan tetap mengacu pada capaian pembelajaran dalam rencana pembelajaran semester (RPS). Fisika merupakan salah satu mata kuliah wajib. Pembelajaran daring pada mata kuliah fisika di perguruan tinggi memang cukup baik, namun memiliki kendala terhadap pemahaman terhadap materi fisika yang diajarkan oleh dosen di antaranya pembelajaran yang diberikan lebih dominan teoritis dan kegiatan praktikum tidak optimal dilaksanakan. Sehingga efektivitas pembelajaran daring mata kuliah fisika di perguruan tinggi dapat dikategorikan cukup efektif karena hasilnya tidak optimal.
12 Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI Di SMA Ekasakti Padang Dengan Metode Pembelajaran Demonstration Berbasis Discussion Process   , Slamet Riyadi, Nur Adilah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstration berbasis discussion process. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di SMA EKASAKTI Padang pada kelas XI. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1). kesiapan siswa dalam menerima pelajaran sebelum dilakukan tindakan 39,06%, setelah siklus I 70,31%, dan setelah siklus II 86,23%. (2). keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebelum dilakukan tindakan 23,18%, setelah siklus I 67,97%, dan setelah siklus II 85,41%. (3). persentase siswa yang mendapatkan nilai tuntas di atas 70 sebelum dilakukan tindakan 31,75%, setelah siklus I 68,25%, dan setelah siklus II 87,75%. (4). terdapat peningkatan yang signifikan antara masing-masing indikator pada setiap siklus, hal tersebut dapat di lihat dari peningkatan kesiapan, keaktifan, dan hasil belajar siswa pada saat sebelum dilakukan tindakan, pada siklus I dan pada siklus II. Pada siklus II semua indikator telah melampaui target persentase indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Sehingga siklus penelitian dapat dihentikan pada siklus II dan dapat di tarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran demonstration berbasis discussion process berhasil serta lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah.
13 Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif Siswa   , Mastawati Ndruru, Trisman Harefa, Noveri Amal Jaya Harefa
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa membaca intensif dengan menerapkan model Cooperative Script. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur pelaksanaannya adalah (1). perencanaan, (2). tindakan, (3). observasi, dan (4). refleksi. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan menggunakan teknik pengumpulan data, lembar observasi dan lembar penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 33 orang dengan jumlah laki-laki 18 orang dan jumlah perempuan 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan hasil kemampuan siswa membaca intensif dengan menggunakan model cooperative script pada siklus I dengan nilai terendah 49 dan nilai tertinggi 75,69 dengan nilai rata-rata 59,03. Sedangkan, siklus II nilai terendah 76,69 dan nilai tertinggi 90 dengan nilai rata-rata 81,74. Hasil observasi peneliti siklus I pertemuan pertama 56,94% dan pertemuan kedua sebesar 70,83%. Sedangkan hasil observasi peneliti siklus II pertemuan pertama sebesar 77,33% dan pertemuan kedua sebesar 90,27%. Hasil observasi siswa siklus I pertemuan pertama sebesar 51,51% dan pertemuan kedua 70,83% sedangkan pada siklus II pertemuan pertama sebesar 91,28% dan pertemuan kedua 94,69%.
14 Gambaran Kepatuhan Anak Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Menjalankan Ibadah di Era Pandemi COVID-19   , Alifia Ayu Delima
Tingkat penularan penyakit COVID-19 pada anak-anak di Indonesia tergolong cukup tinggi. Anak merupakan individu yang riskan dalam penularan COVID-19 karena belum terbentuknya kedewasaan berpikir mengenai bahaya penularan penyakit dan cenderung abai terhadap protokol kesehatan. Penularan COVID-19 di suatu area diawali dengan adanya imported-case, yakni penularan dari daerah lain melalui orang terinfeksi yang berkunjung ke daerah tersebut. Tempat ibadah menjadi sangat potensial untuk dikunjungi warga dari daerah luar kota, tidak terkecuali anak-anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan jumlah anak yang patuh dan tidak patuh dalam menggunakan masker, mencuci tangan, dan  menjaga jarak di tempat ibadah selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 96 orang anak. Hasil pada penelitian ini adalah sebanyak 63,5% anak memakai masker, 38,5% anak mencuci tangan, dan 9,37% anak menjaga jarak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan protokol kesehatan pada anak saat menjalankan ibadah masih sangat rendah, terutama jaga jarak atau physical distancing.
15 Penerapan Keterampilan Proses Dasar Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa   , Losicha Tyera, Merty Megawati, Mulyadi Rusli
Tujuan penelitian Perbaikan Pembelajaran ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pembelajaran matematika dengan penerapan pendekatan keterampilan proses dasar berbasis lingkungan kelas VI SDN 156/III Tangil Kabupaten Kerinci. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 156/III Tangil Kabupaten Kerinci berjumlah 16 orang Siswa. Prosedur penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan model PTK yaitu kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan masing-masing siklus sebanyak 2 pertemuan. Pada siklus I aktivitas siswa diperoleh dengan rata-rata secara klasikal 62,93% yang termasuk dalam kualifikasi Baik. Pada siklus 2 aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase aktivitas siswa 71,16% dengan kualifikasi baik di mana terdapat peningkatan 6,23%. Hasil belajar siswa pada siklus 1 dengan rata-rata yang diperoleh 60,00 dengan kualifikasi cukup baik dan meningkat pada siklus 2 dengan rata-rata yang diperoleh 81,94 dengan kualifikasi Baik, di mana terdapat peningkatan sebanyak 21,94.
16 Peran Guru PPKn Dalam Menumbuhkan Kesadaran Diri Siswa Terhadap Tata Tertib Sekolah , Tri Lilin Natalia Zendrato, Berkat Persada Lase
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap tata tertib sekolah di SMP Negeri 7 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini adalah di SMP Negeri 7 Gunungsitoli dengan informan Kepala Sekolah, Guru PPKn dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian ditemukan adanya peran guru PPKn dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap tata tertib sekolah antara lain: (1). guru sebagai korektor yang menilai semua sikap dan perbuatan siswa, (2). guru sebagai motivator yang memotivasi siswa untuk dapat menaati tata tertib sekolah, dan (3). guru sebagai pembimbing yang membimbing siswa menjadi manusia yang taat pada aturan sekolah. Selanjutnya kendala yang dihadapi guru PPKn dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap tata tertib sekolah yaitu sifat dan karakteristik siswa yang berbeda-beda yang terkadang mengabaikan arahan dan bimbingan yang disampaikan oleh guru. Adapun upaya guru PPKn untuk mengatasi kendala tersebut yaitu terus mengingatkan siswa tentang tata tertib, menjadi contoh teladan bagi siswa dan melakukan pendekatan kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah.
17 Dampak Game Online Terhadap Prestasi Belajar Siswa, Yusufroni Zendrato, Hendrikus Otniel Nasozaro Harefa
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan dan mengetahui dampak game online terhadap prestasi belajar siswa di SMP Swasta Karya Botombawo, untuk mengetahui apa upaya yang dilakukan dalam mengatasi dampak bermain game online terhadap prestasi belajar peserta didik di SMP Swasta Karya Botombawo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil Penelitian ditemukan bahwa dampak game online terhadap prestasi belajar peserta didik adalah peserta didik yang kecanduan game berlebihan dapat memberikan pengaruh buruk terhadap dirinya sendiri yang membuat peserta didik lupa akan pekerjaannya, belajar dan mengabaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik yang didapatkan oleh peserta didik, akibat terlalu sering bermain game online dapat mengakibatkan menurunnya keseriusan dan keaktifannya siswa di dalam belajar. Selanjutnya upaya yang di lakukan guru dalam mengatasi dampak game online ini terhadap prestasi belajar peserta didik yaitu guru selalu memberikan kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan semua siswa seperti kegiatan olahraga dan kegiatan-kegiatan lain seperti kegiatan di dalam kelas bernyanyi, kuis yang dapat membuat siswa itu aktif dan tidak terfokus untuk main game.
18 Peran Perencanaan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru, Fatiani Lase
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perencanaan pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru, kendala yang dihadapi guru dalam melakukan perencanaan pembelajaran di SMK Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya yaitu semua guru PPKn di SMK Negeri 1 Gunungsitoli. Kendala yang dihadapi guru adalah siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran karena metode yang digunakan tidak tepat, ketidaktahuan guru dalam mengoperasikan teknologi dan belum sepenuhnya mampu menilai hasil belajar siswa. Namun guru selalu mengevaluasi hal ini untuk terus meningkatkan profesionalismenya sehingga perencanaan tersebut dapat dijadikan bahan acuan untuk pembuatan selanjutnya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan mengajar, karena perencanaan pembelajaran dapat menjadi acuan bagi seorang guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas.
19 Persepsi Siswa Tentang Efikasi Guru Dan Tingkah Laku Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa, Siti Nurqaidah, Ayu Hendra
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang efikasi guru dan tingkah laku belajar dengan hasil belajar siswa baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama pada mata diklat Pengukuran Listrik kelas X SMKN 5 Padang dan seberapa besar hubungan tersebut. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian korelasional yang bersifat deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 49 orang siswa SMKN 5 Padang. Instrumen penelitian menggunakan angket dalam bentuk skala likert. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi product moment. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil belajar mata diklat Pengukuran Listrik adalah faktor persepsi siswa tentang efikasi guru dan tingkah laku belajar baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang baik turut dipengaruhi oleh persepsi siswa tentang efikasi guru dan tingkah laku belajar yang baik pula, semakin baik persepsi siswa tentang efikasi guru dan tingkah laku belajar siswa maka hasil belajar siswa pun akan baik atau meningkat.
20 Penerapan Model Pembelajaran Concept Sentence Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Ulasan, Lestari Waruwu
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks ulasan dengan menggunakan model pembelajaran concept sentence. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan menggunakan teknik pengumpulan data, lembar observasi dan lembar penilaian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIISMP Negeri 1 Afulu yang berjumlah siswa 35 orang dengan jumlah laki-laki 15 dan perempuan 10 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan menulis teks ulasan melalui model pembelajaran concept sentence. Terlihat pada Siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 61,11%, sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 83,00%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa: dengan menggunakan model pembelajaran concept sentence dapat meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Afulu.